Salman Al Farisi

UX Designer

UI Designer

Product Designer

Salman Al Farisi

UX Designer

UI Designer

Product Designer

Corovi

  • Created by: Salman Al Farisi
  • Date: 28/03/2021
  • Categories: Kesehatan
See Demo

Context
Saat ini, dunia masih disibukkan kehadiran pandemi virus Corona Covid-19. Kehadirannya telah memakan korban dengan korban lebih dari 2,7 juta jiwa dan berpotensi terus bertambah. Serangan virus Corona tersebut tidak hanya menyerang manusia, namun juga berimbas ke infrastruktur peradaban seperti ekonomi, politik dan tatanan sosial di berbagai negara. Tampaknya, pandemi ini kini telah menjadi “kiamat kecil” bagi manusia pada awal tahun 2020 dan (diprediksi) imbasnya akan berakhir hingga tahun 2022.

Untuk menghentikan penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19), Pada tanggal 28 Maret 2020 Kementerian kominfo merilis aplikasi PeduliLindungi yang dirancang untuk digunakan Kementrian Kesehatan dan Gugus Tugas dengan cara melacak pergerakan ODP dan PDP sehingga masyarakat yang berada di sekitar mereka dapat lebih waspada.

Problem
Untuk mengetahui dan memahami problem masyarakat dalam penggunaan aplikasi ini, saya mencoba mencari insight dari review google play store, dengan filter review “kritis” dan juga membaca berita di media online yang akurat. Setelah selesai melakukan proses research, saya mendapat banyak insight beberapa diantaranya adalah aplikasi PeduliLindungi mewajibkan pengguna selalu mengaktifkan data internet, Bluetooth dan GPS agar berfungsi, hal itu ternyata memberatkan pengguna karena membuat baterai handphone cepat habis, selain itu jika salah satu permintaan akses di nonaktifkan, akan selalu muncul notifikasi terus menerus.

Challenge
Setelah mengetahui problem, saya mencoba menyesuaikan dengan brieft yang telah di berikan, yaitu membuat aplikasi tracing COVID-19 untuk membantu pemerintah mengambil Tindakan secepat dan semudah mungkin dan juga memprioritaskan hierarki informasi pelacak, informasi COVID-19, dan informasi lain.

Solution
Diantara beberapa insight dari proses research dan challenge yang di berikan, saya menemukan beberapa benang merah berupa How Might We, salah satunya yaitu bagaimana kami membantu masyarakat agar bisa melacak pergerakan orang yang tepapar COVID-19 tanpa selalu mengaktifkan data internet, Bluetooth dan GPS.

Product
Pada studi kasus kali ini, saya menggunakan kiblat aplikasi app tracker pada umumnya yang memiliki fitur pelacak orang yg terjangkit COVID19, data dan informasi. Namun saya akan mencoba menambahkan beberapa fitur dan memperbaiki beberapa masalah UX bedasarkan dari insight research sebelumnya.

Research

Untuk menggali masalah dalam studi kasus kali ini dan juga memvalidasi hypotesis, saya melakukan proses research dengan menggunakan 2 metode yaitu survey dan review Google Play Store.

Review Google Play Store
Setelah kurang lebih 4 jam membaca ratusan komentar pengguna dari review playstore saya menemukan banyak sekali masalah yang tidak terpikirkan sebelumnya, sebagian besar terkait masalah teknis seperti OTP yang tidak real time atau delay sangat lama, data COVID-19 yang tidak up to date, hingga masalah data pendaftaran dan sertifikat vaksin yang tidak sikron antara aplikasi dan yang website. Disini saya mencoba memfilter lagi antara masalah teknis dan masalah pengalaman pengguna kemudian membagi menjadi 7 tema.

Dari sini saya menyimpulkan beberapa masalah utama yaitu:

 

Vaksinasi

  • Status pendaftaran yang tidak jelas, contohnya saat user mendaftar vaksin, aplikasi tidak menunjukan status dari pendaftaran dan saat itu user menunggu lama, saat user menghubungi support ternyata user tergolong yg tidak prioritas, disini saya mengingat bahwa Visibility of system status sangat diperlukan
  • Data tidak tidak sikron antara aplikasi dan website
  • Sertifikat vaksin tidak muncul di aplikasi.

Login

  • User banyak mengeluh tentang OTP delay sangat lama, sehingga banyak user yang tidak jadi menggunakan aplikasi

Notifikasi

  • Adanya notifikasi memang sangat penting untuk aplikasi ini, agar memastikan user selalu mengaktifkan beberapa ijin di HP mereka, namun hal ini ternyata sangat mengganggu karena setiap menit bahkan detik selama aplikasi aktif maka user akan selalu di “teror” tentunya hal ini membuat user kesal.

Data

  • Data yang ada di aplikasi sering tidak cocok dengan yang ada di lapangan, misal di aplikasi menunjukan di suatu daerah terdapat 2 orang meninggal akibat covid, namun setelah diperiksa tidak ada 1 pun yang meninggal.

Zonasi

  • Seperti halnya data, zonasi di aplikasi tidak akurat sehingga membuat user ragu, salah satu user bercerita bahwa daerah A terdeteksi zona hijau, padahal waktu itu ada beberapa orang terinfeksi COVID19 bahwan ada yang sampai meninggal. Dari sini saya menyimpulkan bahwa data dan zonasi sangat krusial dalam aplikasi COVID19

Survey
Karena keterbatasan waktu, saya menggunakan survey dari BPS sebagai data dalam research ini

Kesadaran masyarakat

  • Data menunjukan 55% masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan karena tidak ada sanksi jika tidak menerapkan protokol kesehatan, hal ini menunjukan 2 kemungkinan yaitu satgas yg lalai atau satgas tidak bisa selalu memantau masyarkat secara menyeluruh. data lain yaitu 39% karena masyarakat berpikir bahwa tidak ada kejadian covid disekitar, hal ini juga juga menunjukan 2 kemungkinan yaitu di daerah tsb memang tidak ada, atau masyarakat yg tidak tau di kawasan itu ada ODP atau PDP, secara saat ada orang yg terjangkit corona tidak mungkin berita akan di sebarkan
  • Data responden yang berpendapat tidak ada sanksi saat tidak menerapkan protokol kesehatan adalah 57% dari usia >61 tahun, 56% 46-60 tahun disin saya melihat orang dewasa justru yang kebanyakan tidak mematuhi protokol kesehatan

Informasi

  • Respon yang paling banyak dilakukan ketika ada yang terinfeksi COVID19 di lingkungan sekitar adalah memperketat protokol kesehatan di lingkungan, disini saya berhypotesis bahwa masyarakat cenderung memperketat hanya saat ada suatu kasus, padahal beberapa kasus tidak diumumkan sehingga mereka tidak tau apakah ada ODP atau PDP atau tidak.
  • Media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar yaitu 63,7%

Affinity Mapping
Metode affinity mapping saya gunakan untuk membantu mengumpulkan insight dan menyortinya sesuai dengan dalam tema

Solusi
Setelah menggali masalah dan menyortirnya dalam affinity mapping, saya menawarkan beberapa solusi dan membagi sesuai dengan tema masalah

Dari proses diatas saya berhasil mendapat final solutions bedasarkan main problem user yaitu:

Tracking Offline
Problem: Saat user ingin menggunanakan fitur tracking, mereka harus mengaktifkan fitur HP yaitu internet, GPS, dan Blueetoth, ketika mereka menggunakan 3 fitur tsb, otomatis baterai akan cepat habis apalagi aplikasi selalu berjalan terus. Selain itu rasanya jika tidak semua orang bisa selalu standby dan mengecek aplikasi saat bepergian.

Solution: Menambahkan opsi fitur perjalanan, dimana user menginput lokasi dan jam kembali. Setelah user selesai bepergian, aplikasi akan memberikan result atas perjalanannya berupa presentase resiko terserang covid19. Sistem kerja fitur ini adalah ketika OTG atau PDP keluar rumah dan bertepatan dengan lokasi dan jam user juga keluar rumah, sistem akan merekam ini sebagai ancaman. User juga dapat menjadwalkan bepergian atau menggunakan history untuk perjalanan selanjutnya, sehingga tidak perlu repot-repot selalu mengatur aplikasi ketika keluar rumah.

Weakness: Kelemahan dari fitur ini adalah tidak seakurat sistem sebelumnya, karena sistem pergerakan tidak seakurat bluetooth ke bluetooth yakni 2 M, selain itu kemungkinan akan bentrok dengan
privasi pengguna karena itu fitur ini hanya sebagai OPSI dari fitur sebelumnya.

Optimasi fitur zonasi
Problem: Zonasi juga bagian dari fitur utama aplikasi COVID19, beberapa user mengeluh tentang map yang tidak akurat, selain itu batasan dari zona satu ke zona lain juga tidak jelas. Di aplikasi PeduliLindungi juga tidak bisa langsung melihat data perdaerah sesuai dengan pencarian di peta sehingga user hanya tau status zona di daerah tsb, tidak sampai tau seberapa bahaya di zona tsb.

Solution: Saya mencoba mengoptimasi dengan memperjelas batasan wilayah sesuai dengan warna zona di daerah tsb, menambahkan data real time sesuai zona atau daerah dan memberikan edukasi berupa informasi protokol kesehatan dan card konsultasi dokter sehingga user selalu waspada terutama saat di zona merah. Saya juga nambahkan style beberapa map agar user bisa memilih mana yg lebih jelas bagi mereka

Peringatan
Problem: Status zonasi dan data selalu berubah setiap saat, tak jarang user dibuat bingung ketika saat mereka cek aplikasi tiba-tiba dia sudah di zona merah selama skian hari

Solution: Membuat fitur “buat peringatan” dimana user dapat membuat peringatan sesuai yang mereka inginkan, misalnya membuat peringatan saat zona berubah, atau saat kasus COVID19 meningkat atau berkurang dengan angka tertentu

Status sistem
Problem: Notifikasi aplikasi COVID19 pada defaultnya akan selalu memberi notifikasi agar untuk memastikan user selalu mengaktifkan beberpa layanan yg dibutuhkan yaitu GPS dan bluetooth, hal ini ternyata membuat user kesal karena notifikasi ini tidak bisa hilang dan selalu muncul setiap saat

Solution: Memberi opsi non aktifkan notifikasi dan menambahkan card status sistem di homepage agar user selalu ingat untuk mengaktifkan ketika ingin menggunakan aplikasi tsb.

Weakness: Saat memakai fitur ini otomatis user tidak ada yg memfollowup sehingga kemungkinan lalai mengaktifkan layanan yang dibutuhkan, karena itu ini sebagai opsi bukan pengganti

Laporkan
Problem: Ada user yg mengeluh tentang adanya keramaian pesta yang tidak mematuhi protokol kesehatan, saat mau melapor dia tidak menemukan fitur itu di aplikasi, saat mau menegur juga tidak enak karena keramaian tsb oleh orang dewasa. Problem in juga diamini oleh survey BPS dimana orang dewasa cenderung jarang diberi sanksi saat melanggar
protokol kesehatan.

Solution: Menambahkan fitur laporkan, agar saat masyarakat dapat berkontribusi pentertiban protokol kesehatan, sistem fitur ini kurang lebih seperti aplikasi QLUE dimana user membuat laporan dan foto agar tidak disalah gunakan.

Status vaksin
Problem: Saat user telah mendaftar vaksin, dia tidak mengetahui status pendaftaran tersebut, apakah berhasil, dalam antrian, atau bahkan gagal karena tidak masuk prioritas, problem ini sesuai dengan salah satu usability heuristics yaitu visiblity of system status.

Solution: Menambahkan card status pendaftaran di homepage yg bisa di close kembali dan menambahkan di notifikasi.

Status tes COVID-19
Problem: Di aplikasi PeduliLindungi user bisa mengupload data tescovid berupa PCR atau rapid, akan tetapi tidak ada status sampai kapan tes tersebut aktif, sehingga user bisa saja lalai dan kurang mempersiapkan diri saat masa aktif tes tsb habis.

Solution: Menambahkan card berupa status tes COVID19 d profile dengan progress bar, supaya user tau dan jelas tinggal berapa hari akan expired

Login
Problem: Banyak sekali user mengeluh tentang login terutama masalah OTP, sebenarnya hal ini merupakan masalah teknis yaitu server sms gateway yg lamban, namun tak sedikit juga user yg mendapat masalah login lainnya sehingga mereka yg frustasi dan gak mau ribet memilih tidak memakai aplikasi karena user tidak diizinkan masuk homepage tanpa login

Solution: Memberikan opsi skip di login page agar user bisa mendapatkan informasi dasar di aplikasi seperti data covid dan info berita, saat user memakai fitur laporkan, pergi, vaksin, membuka page akun dll yg berkaitan dengan data pribadi maka user baru diharuskan login.

Kemanan & privasi
Problem: Privasi merupakan hal yg penting di aplikasi ini seperti data vaksin, riwayat interaksi dengan ODP atau PDP, laporakan dsb. hal ini tentunya perlu diperhatikan agar tidak sembarang orang bisa memakai aplikasi.

Solution: Menambahkan fitur “verifikasi” dengan PIN atau sidik jari sebagai opsi agar user tidak keberatan, fitur ini bukan sebuah keharusan dimana bisa di aktifkan atau di nonaktifkan

Wireframe

Hi-Fidelity